ASALAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH BLOG By MUH FAJAR HUDI APRIANTO @ MARI KITA GUNAKAN WAKTU KITA YANG TERSISA DENGAN SEBAIK MUNGKIN KARENA WAKTU KITA HANYA SEDIKIT AGAR KITA TIDAK TERMASUK ORANG ORANG YANG MERUGI mafa GUNAKAN WAKTU MUDAMU SEBELUM DATANG WAKTU TUAMU WAKTU SEHATMU SEBELUM DATANG WAKTU SAKITMU KAYAMU SEBELUM TIBA MISKIN WAKTU LAPANGMU SEBELUM TIBA WAKTU SEMPITMU DAN GUNAKAN WAKTU HIDUPMU SEBELUM TIBA MATIMU pesan nabi

Senin, 14 Mei 2018

Manakah yang Tepat Tarhib atau Targhib Ramadhan ?


Banyak diantara kita yang salah kaprah dalam menguapkan seuah kata serapan dari ahasa arab termasuk seperti kata kata tarhib atau targhib Ramadhan cukup membuat bingung,  Sebenarnya, yang betul itu tarhib atau targhib ?
Dan hati hati dengan pengucapan kata tarhib.  Lidah orang Indonesia, sering kali gagal mengucapkan kata tarhib dengan makhroj yang tepat.
Karena pengucapan yang salah, maka arti kata tarhib akan  berubah 180 derajat.
Tarthib Ramadhan artinya adalah menyambut [bulan suci] Ramadhan.
Sedang targhib Ramadhan artinya mencintai [bulan suci] Ramadhan.
Tarhib, ترحيب  dengan ha tipis
Secara etimologis (bahasa), kata tarhib [ ترحيب   ] berasal dari fi’il ‘ra-hi-ba, yarhabu, rahbun’.
Yang berarti luas, lapang dan lebar.
Dan selanjutnya menjadi fi’il ‘rahhaba, yurahhibu, tarhiban’ yang mengandung arti menyambut, menerima dengan penuh kelapangan, kelebaran dan keterbukaan hati. ( Lihat Kamus al Munawwir ).
Menurut Kamus Al Munjid (Kamus Besar Bahasa Arab), marhaban berasal dari akar kata rahib (ra-ha-ba) yang artinya menyambut. Masdarnya adalah tarhib yang mengandung makna penyambutan.
Kebiasaan orang Arab ketika menyambut tamunya, ungkapan yang biasa mereka sampaikan (ucapkan) adalah: marhaban, maksudnya kedatanganmu aku terima dengan penuh keterbukaan, seisi rumah kami menyambutmu dengan dengan segala kelapangan.  Jadi bukan hanya untuk Ramadhan, tapi juga kata marhaban akan selalu mereka ucapkan pada BULAN APAPUN.
Tarhib, ترهيب  dengan ha tebal
Kata Tarhib ترهيب dengan “ha tebal” adalah kata dasar (masdar) dari kata rahhiba رهب (mengancam).
‘rahhaba-yurahhibu atau arhaba-yurhibu’
Sehingga arti tarhib ترهيب (dengan “ha tebal”) adalah pengancaman atau ancaman, sesuatu yang membuat takut atau ngeri.
Jadi  Tarhib Ramadhan jika dibaca dengan “ha tebal” artinya adalah : Ancaman Ramadhon, artinya sesuatu yang membuat orang takut dan ngeri terhadap Ramadhon. Nah, bedakan arti kata 2  tarhib tadi.
Jadi tarhib memiliki dua makna, derivasi istilahnya.
Kata tarhib dengan ha tipis ترحيب   : artinya menyambut dengan sukacita

Kata Tarhib dengan ha tebal  ترهيب : artinya mengancam, menakut nakuti
Mengingat lidah orang Indonesia yang kebanyakan tidak bisa membedakan pengucapan antara tarhib dengan ha tipis ترحيب   dan tarhib dengan ha tebal   ترهيب
Padahal kedua arti kata itu amat bertolak belakang.
Maka untuk amannya, lebih baiknya, kita bisa ucapkan Targhib Ramadhan.
Targhib Ramadhan
Targhib ترغيب adalah kata dasar (masdar) dari kata raghghiba رغب
Yang artinya mencintai atau menyukai. Sehingga Targhib bila di-Indonesiakan berarti Pen-cintaan atau Penyukaan, yaitu suatu tindakan yang membuat kita suka. Targhib Ramadhon artinya Penyukaan terhadap Ramadhon.

Nah, jadi menyebut targhib ramadhan jelas lebih membuat aman dan tenang karena lidah orang Indonesia lebih bisa menyebut kata targhib dibanding tarhib.

Selasa, 03 April 2018

Persyarikatan Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa pada 17 Mei 2018

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1439 Hijriyah/ 2018 Masehi pada Kamis, 17 Mei.
Ini merujuk hasil perhitungan astronomi atau hisab yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Sebagaimana maklumat yang diterima di Jakarta, Selasa, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan, penetapan soal 1 Ramadan itu agar dapat menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah.

Panduan itu penting bagi warga Muhammadiyah untuk menyambut bulan suci Ramadan 1439 Hijriyah dan hari besar keagamaan lain.
Berdasarkan maklumat itu, 1 Syawal atau hari Idul Fitri 2018 jatuh pada Jumat, 15 Juni. Kemudian 1 Zulhijah tahun ini bertepatan dengan Senin, 13 Agustus.
Dengan begitu, Hari Arafah atau 9 Zulhijah bersamaan dengan Selasa, 21 Agustus.
Hari Arafah sendiri menjadi acuan umat Muslim untuk melaksanakan puasa sunah Arafah sebelum Idul Adha.
Selanjutnya, Idul Adha 10 Zulhijah jatuh pada Rabu, 22 Agustus.
Muhammadiyah sendiri dikenal mengeluarkan penetapan awal puasa, hari Idul Fitri dan Idul Adha mendahului keputusan pemerintah.
Alasannya, Muhammadiyah memiliki metode tersendiri dalam menetapkan hari besar keagamaan yaitu dengan perhitungan pasti ilmu astronomi atau falak.

Lembaga dalam Muhammadiyah yang membidangi perhitungan astronomi penanggalan hari besar keagamaan Islam adalah Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Sementara itu, pemerintah menetapkan hari besar keagamaan Islam setelah melakukan sidang isbat atau penetapan yang diikuti sejumlah ormas dan perwakilan instansi, termasuk Muhammadiyah.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa pada 17 Mei 2018