ASALAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH BLOG By MUH FAJAR HUDI APRIANTO @ MARI KITA GUNAKAN WAKTU KITA YANG TERSISA DENGAN SEBAIK MUNGKIN KARENA WAKTU KITA HANYA SEDIKIT AGAR KITA TIDAK TERMASUK ORANG ORANG YANG MERUGI mafa GUNAKAN WAKTU MUDAMU SEBELUM DATANG WAKTU TUAMU WAKTU SEHATMU SEBELUM DATANG WAKTU SAKITMU KAYAMU SEBELUM TIBA MISKIN WAKTU LAPANGMU SEBELUM TIBA WAKTU SEMPITMU DAN GUNAKAN WAKTU HIDUPMU SEBELUM TIBA MATIMU pesan nabi

Rabu, 06 November 2019

Mukjizat Nabi Muhammad Saw


Mukjizat  merupakan kemampuan luar biasa yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad untuk dapat membuktikan kenabiannya. Dalam agama Islam sendiri, mukjizat terjadi hanya karena izin Allah.
Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah dikatakan bahwa Nabi Muhammad saw telah bersabda, “Tidak ada seorang pun di antara para nabi kecuali mereka diberi sejumlah mukjizat yang di antara manusia beriman kepadanya dan mukjizat yang saya terima yaitu wahyu. Allah telah mewahyukannya kepadaku. Maka saya berharap kiranya menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kBeliaumat kelak.
Berikut ini adalah mukjizat Rasulullah saw yang perlu kita kenali, ditulis oleh Abdul Aziz bin Muhammad As Salman, ulama ahli tafsir, ushuluddin, dan fikih.

  • Membelah bulan.
  • Mi’raj ke tujuh langit.
  • Banyaknya ramalan tentang beliau sebelum kelahirannya.
  • Isra’ dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.
  • Memperbanyak air di mata air tabuk.
  • Memunculkan mata air di Hudaibiyah.
  • Memancarnya air dari jari jemari beliau.
  • Makanan sedikitjadi banyak.
  • Pohon tunduk kepada perintah Rasulullah saw.
  • Menyembuhkan kaki sahabatnya yang patah, Abdullah bin Utaikh.
  • Membuat susu kambing tua mengalir deras.
  • Pohon dan gunung mengucapkan salam kepada beliau.
  • Tandan kurma turun dari dahannya ketika dipanggil Rasulullah saw.
  • Mengetahui harta yang dikubur di dalam tanah.
  • Gunung Uhud bergetar ketika Rasulullah saw menaikinya.
  • Menerawang kematian Raja Najasy.
  • Mengubah kayu bakar menjadi pedang.
  • Mengetahui rencana Umair dan Shafwan untuk membunuhnya, setelah Perang Badar.
  • Pohon kurma merintih di pelukan Rasulunah saw.
  • Kaleng samin yang disedekahkan Ummu Sulaim kepada Rasulullah saw, masih utuh selama dua bulan.
  • Membuat tubuh berkudis, harum sepanjang masa.
  • Tongkat yang menerangi jalan.
  • Kurma Jabir yang digunakan untuk membayar utang tetap utuh.
  • Mengetahui surat yang disimpan dalam gelungan rambut seorang perempuan.
  • Segelas susu cukup untuk minum banyak orang hingga kenyang.
  • Satu sha gandum dan seekor hewan ternak cukup untuk seribu orang.
  • Penyakit Ali sembuh setelah didoakan Nabi saw.
  • Mengembalikan mata yang buta.
  • Hujan turun ketika diminta Nabi saw.
  • Pohon berjalan menghampiri Rasulullah saw.
  • Beberapa butir kurma cukup untuk makan banyak orang.
  • Mengetahui apa yang terjadi dalam Fathu Makkah sebelum peristiwanya terjadi.
  • Berkat sabda Nabi saw, Madinah tidak pernah lagi diserang musuh.
  • Menerawang ajal Fatimah.
  • Tak terlihat ketika hendak terbunuh oleh Amir Bin Thufail .
  • Dua ular besar muncul dari kepala Rasulullah saw saat Ma’mar hendak membunuhnya.
  • Dilindungi kuda misterius saat hendak dibunuh Kildah.
  • Angin topan membantu Rasul saat perang Khandaq.
  • Mengetahui racun dalam daging kambing yang dihadiahkan orang Yahudi.
  • Diakui sebagai Nabi saw oleh orang Yahudi.
  • Membuat gemetar orang yang hendak membunuhnya.
  • Mengabarkan apa yang terjadi terhadap perjanjian yang dibuat oleh kaum Quraisy.
  • Mengabarkan bahwa setelah Perang Uhud, kaum Quraisy tidak pernah menang atas kaum muslimin.
  • Malaikat penunggu gunung siap melaksanakan perintah Rasulullah saw pada saat Perang Uhud.
  • Mendiamkan Gunung Hira yang bergerak.
  • Menyembuhkan luka bacok dalam tiga tiupan
  • Mengetahui bagaimana Dumatui Janda ditangkap oleh pasukan Khalid bin Walid.
  • Ditolong Iaba-Iaba saat hendak dikejar kaum Quraisy.
  • Kaki Abu Lahab dan istrinya tidak bisa bergerak ketika hendak membunuh Rasulullah saw.
  • Hati Syaibah yang hendak membunuh Rasulullah saw menjadi gelisah.
  • Unta bertaring melindungi Nabi saw ketika hendak dibunuh Abu Jahal.
  • Dilindungi parit api saat diinjak lehernya oleh AbuJahal.
  • Meramal kematian Husain di lrak.
  • Ibnu Abbas menjadi ahli takwil berkat doa Rasulullah saw.
  • Anas bin Malik menjadi orang kaya karena didoakan Rasulullah saw.
  • Menerawang terbunuhnya pasukan Aisyah di Perairan Hau’ab.
  • Memberitahukan Kisra akan terbunuh pada hari dan bulan tertentu.
  • Memprediksi angin kencang dan menaksir buah di kebun dengan tepat.
  • Memberi tahu kedatangan seorang perempuan dari Hijrah ke Mekkah untuk thawaf.
  • Gigi Nabighah tidak pernah tanggal hingga tua.
  • Berhala-berhala Ka’bah bergelimpangan karena ditunjuk oleh tongkat Rasulullah saw.
  • Menafsirkan kematian Abdullah bin Abbas setelah matanya buta.
  • Meramalkan Zaid bin Arqam berumur panjang dan kebutaannya.
  • Memberitahukan ujian berat yang akan dihadapi Utsman bin Affan.
  • Memprediksi tercerai-berainya umat Islam dan ujian yang menimpa mereka.
  • Mengabarkan bahwa kekuasan umat islam akan membentang luas lalu dilanda kekacauan.
  • Mengetahui jejak perbuatan maksiat.
  • Mengetahui apa yang akan ditanyakan seseorang sebelum dikatakan.
  • Memberitahu proses terbunuhnya Ali .
  • Batu yang besar dan keras menjadi lunak .
  • Diberi tahu pohon bahwa ada jin yang mendengarkan Alquran.
  • Kerikil bertasbih.
  • Kurma Abu Hurairah tidak pernah habis.
  • Menantang manusia untuk membuat yang serupa dengan Alquran.
  • Mengabarkan bahwa Islam akan menjadi agama luhur yang tersebar di seluruh dunia.
  • Mengabarkan bahwa Islam akan menundukkan negeri-negeri yang belum pernah ditundukkan.
  • Hujan turun di tengah kekeringan Perang Badar.
  • Mengetahui keberadaan untanya yang tersesat.
  • Mengetahui isi pembicaraan kaum munafik.
  • Mengetahui isi pembicaraan Hafsah dan Aisyah.
  • Mengetahui apa yang dilakukan seorang Anshor dan istrinya terhadap tamu mereka.
  • Diberitahu Allah SWT tentang berita bohong yang menimpa Aisyah.
  • Mengabarkan janji Allah SWT bahwa Alquran terpelihara.
  • Mengabarkan bahwa bangsa Romawi akan mengalahkan bangsa Persia.
  • Mengabarkan kisah lengkap Nabi Adam as.
  • Mengabarkan kisah lengkap Nabi Nuh as dan kaumnya.
  • Mengabarkan kisah lengkap Nabi Musa as.
  • Mengabarkan kisah Maryam, Nabi lsa as, dan hal luar biasa yang mereka alami.
  • Mengabarkan kisah Nabi Daud as.
  • Mengabarkan kisah Nabi Sulaiman as dan nikmat yang dianugerahkan kepada Nabi Daud as dan Nabi Sulaiman as.
  • Mengabarkan kisah Nabi Ibrahim as.
  • Mengabarkan kisah Nabi Yusuf as dan apa yang terjadi antara dia dan saudara-saudaranya.
  • Mengabarkan kisah Nabi Luth as dan kaumnya.
  • Mengabarkan kisah Nabi Zakaria as.
  • Mengabarkan kisah Nabi Yahya as.
  • Mengabarkan kisah Nabi Yunus as.
  • Mengabarkan kisah Nabi Hud as.
  • Mengabarkan kisah Nabi Syu’aib as.
  • Mengabarkan kisah Ashabul Kahfi.
  • Mengabarkan kisah Nabi Ayyub as.
  • Mengabarkan kisah Nabi Ismail as.
  • Mengabarkan kisah Nabi Idris as.
  • Mengabarkan kisah Nabi Ishak as.
  • Mengabarkan kisah Nabi Dzulkarnain as.
  • Mengabarkan kisah Luqman AI-Hakim as.
  • Mengabarkan kisah Nabi Khidir dan ilmunya.
Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa, “Sirah Nabi Muhammad saw, merupakan bagian dari tanda-tanda kerasulannya. Demikian pula akhlak, ucapan, perbuatan syariat yang beliau bawa, umat beliau, dan karomah orang-orang soleh dari umat beliau, juga merupakan tandatanda kenabiannya.

Tidak ada sesuatu pun pada diri beliau yang patut dicela, baik ucapan, perbuatan maupun akhlak. Nabi Muhammad saw sama sekali tidak pernah diketahui berdusta, melakukan perbuatan kejam atau keji. Rasulullah saw senantiasa teguh menjalani perintah Allah SWT dengan cara paling sempurna dan paripurna. Baik dalam hal kejujuran, keadilan, maupun menepati janji.

Tidak sekalipun pernah tercatat berdusta, berbuat zalim, menipu seseorang. Merupakan seseorang yang paling jujur, adil, baik, dan bisa menepati janji dalam setiap keadaan.

Rabu, 10 Juli 2019

Keistimewaan dan Amalan 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijah



Puja dan puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang
“Imam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid”.
Diantara Amalan Yang Disyariatkan
1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah
Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
 “Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga”.
2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :
 “Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku”.

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
 “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. [Hadits Muttafaqun ‘Alaih].

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
 “Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”.

3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala.
 “…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. [al-Hajj/22 : 28].
Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma.
 “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad].
Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”.
Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.
 “Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu …”. [al-Baqarah/2 : 185].
Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do’a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.
Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do’a-do’a lainnya yang disyariatkan.
4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.
Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
 “Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya” [Hadits Muttafaqun ‘Alaihi].

5. Banyak Beramal Shalih.
Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

6. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq
Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah ; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

7. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-Hari Tasyriq.
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan
“Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaqun ‘Alaihi].

8. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.
Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘anha bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
 “Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.
Dalam riwayat lain :
 “Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”.
Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.
 “….. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…”. [al-Baqarah/2 : 196].
Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.