ASALAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH BLOG By MUH FAJAR HUDI APRIANTO @ MARI KITA GUNAKAN WAKTU KITA YANG TERSISA DENGAN SEBAIK MUNGKIN KARENA WAKTU KITA HANYA SEDIKIT AGAR KITA TIDAK TERMASUK ORANG ORANG YANG MERUGI mafa GUNAKAN WAKTU MUDAMU SEBELUM DATANG WAKTU TUAMU WAKTU SEHATMU SEBELUM DATANG WAKTU SAKITMU KAYAMU SEBELUM TIBA MISKIN WAKTU LAPANGMU SEBELUM TIBA WAKTU SEMPITMU DAN GUNAKAN WAKTU HIDUPMU SEBELUM TIBA MATIMU pesan nabi

Minggu, 14 Juli 2013

Manfaat Puasa bagi Kesehatan Jantung

Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan. Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga dada, dan di balik tulang dada/sternum. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri. Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma. Lapisan pertama menempel sangat erat pada jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih longgar dan berair, hal ini untuk menghindari gesekan antar organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa secara konstan oleh jantung

Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi empat ruang yaitu Ventrikel (bilik kanan dan kiri) dan Atrium (Serambi kanan dan kiri). Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik. Selanjutnya bilik kiri dan pembuluh darah besar atau aorta, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah. Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.

Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Berbagai jenis penyakit jantung dan pembuluh darah yang telah menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Beberapa jenis penyakit tersebut, seperti; penyakit jantung koroner, penyakit tekanan darah tinggi (Hipertensi), Hipertensi Jantung (Hipertention Heart Disease), Ventrikel fibrillation, Stroke, dan banyak lagi jenis penyakit degeneratif jantung lainnya.

Umumnya penyakit-penyakit tersebut, disebabkan karena hiperlipidemia (kelebihan lemak darah), hiperkolesterolemia (Kelebihan kolesterol darah) yang bersifat kronis, serta lama-kelamaan akan membentuk deposit didalam dinding pembuluh darah, dan akhirnya menyebabkan kekakuan pembuluh darah tersebut, bahkan dapat terjadi penymbatan pembuluh darah, sehingga berakibat tekanan pada pembuluh darah meninggi yang disebut hipertensi.

Manfaat Berpuasa Bagi Kesehatan Jantung

Bagi penyakit kardivaskuler, tidak ada penanggulangan yang lebih baik selain mencegahnya. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbaiki gaya hidup sehat, melaksanakan pola makanan yang sehat (memperbanyak makan makanan berserat dan bersayur, serta tidak makan berlebihan makanan yang mengandung lemak dan kolesterol tinggi), serta dilanjutkan dengan olah raga atau aktivitas yang teratur.

Berpuasa akan melatih seseorang, untuk hidup teratur, serta mencegah kelebihan makan. Menurut penelitian, puasa dapat menyehatkan tubuh, sebab makanan berkaitan erat dengan proses metabolisme tubuh. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein alfa1, dan penurunan LDL ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperanan bagi peningkatan kesehatan manusia.

Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah rterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

Puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Dalam kondisi tertentu, seorang pasien bahkan dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita sakit diabetes yang sudah parah, jantung koroner dan batu ginjal. Puasa dapat menjaga perut yang penuh disebabkan banyak makan adalah penyebab utama kepada bermacam-macam penyakit khususnya obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya.

Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan member perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme local pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi pengkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalani kenaikkan pesat. Perubahan aksidental lipoprotein yang berkepadatan rendah (LDL), tanpa diikuti penambahan HDL. LDL merupakan model lipoprotein yang meberika pengaruh stumulatif bagi respon imunitas tubuh.

Pada pelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apobetta, menaikkan kadar apoalfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan seragan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.

Sebuah tulisan penelitian yang dilakukan Dr. Ratey, seorang psikiaters dari Harvard, mengungkapkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak. Dr. Ratey melakukan penelitian terhadap mereka yang berpuasa dan memantau otak mereka dengan alat yang disebut “functional Magnetic Resonance Imaging” (fMRI). Hasil pemantauan itu menyimpulkan bahwa setiap individu obyek menunjukkan aktivitas “motor cortex” yang meningkat secara konsisten dan signifikan.

Ilmuwan di bidang neurologi yang bernama Mark Mattson, Ph.D., seorang kepala laboratorium neuroscience di NIH’s National Institute on Aging. Dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa diet yang tepat seperti berpuasa, secara signifikan bisa melindungi otak dari penyakit de-generatif seperti Alzheimer atau Parkinson. Hasil penelitiannya menunjukkan, bahwa diet dengan membatasi masukan kalori 30% sampai 50% dari tingkat normal, berdampak pada menurunnya denyut jantung dan tekanan darah, dan sekaligus peremajaan sel-sel otak

Selasa, 02 Juli 2013

Menyongsong Bulan Ramadhan

Bagaimana Rosululloh dan sahabat menyambut bulan ramadhan ikuti  kisah para sahabat Rasulullah saw. Mereka selalu bergembira menyambut kedatangan bulan puasa itu. Kegembiraan terpancar di wajah dan ucapan-ucapan mereka. Dengan wajah berseri-seri mereka mengucapkan “Marhaban ya Ramadhan. . . “
Kenapakah mereka demikian bergembira menyambut datangnya Ramadhan? Apakah yang bakal mereka temui dan mereka dapatkan selama berada dalam bulan tersebut?
Agaknya, kegembiraan itu disebabkan oleh pengetahuan mereka bahwa Ramadhan adalah bulan yang banyak membawa berkah dan manfaat buat kehidupan manusia. Manfaat dan berkah yang tidak pemah mereka dapatkan sepanjang tahun di luar Ramadhan. Karena itu, di akhir Ramadhan, biasanya para sahabat juga merasa sedih dan kehilangan karena bulan yang penuh manfaat dan berkah itu bakal segera. berlalu.
Setidak tidaknya ada 4 manfaat yang bisa diperoleh umat Islam lewat bulan Ramadhan. Yaitu, manfaat yang bersifat lahiriyah berupa kesehatan, dan ketajaman serta kejernihan berpikir. Manfaat batiniah yang bersifat meneguhkan keyakinan dan pengendalian diri dalam mengarungi kehidupan.
Manfaat sosial yang berfungsi membangun kembali sendi-sendi kehidupan sosial agar diperoleh format kehidupan kolektif yang adil dan sejahtera. Serta manfaat spiritual berkaitan dengan kedekatan kita kepada Allah Sang Pencipta, sebagai puncak dari tujuan hidup dan ibadah kita.
Semua manfaat itu bisa dirasakan langsung oleh orang-orang yang beribadah pada bulan Ramadhan, yang menjalaninya dengan faham dan sungguh-sungguh. Kuncinya adalah ‘kefahaman dan kesungguhan’ dalam menjalani puasa. Bukan sekadar ikut ikutan, sehingga cuma mendapat lapar dan dahaga saja …
1. Mesin Proses yang Hebat
Bulan Ramadhan adalan bulan yang luar biasa. Saya menyebutnya sebagai ‘mesin proses yang hebat’. Kenapa demikian? Coba bayangkan, hanya dalam waktu satu bulan, seseorang bisa berubah dari tingkatan beriman menjadi tingkatan bertakwa. Begitulah jaminan Allah di dalam firmanNya : QS. Al Baqarah (2) :183.
“Wahai orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang yang terdahulu mudah nudahan kamu bertakwa.”
Ayat ini menggambarkan secara jelas, bahwa puasa bisa menjadikan seseorang dari tingkat iman berubah menjadi tingkatan takwa hanya dalam sebulan. Memang di situ ada kata-kata. “mudah mudahan” bertakwa. Artinya tidak semua orang yang berpuasa Ramadhan bakal menjadi orang yang bertakwa. Ada peluang untuk tidak berhasil. Namun, semangat ayat itu adalah mendorong agar kita menjadi orang yang bertakwa lewat proses berpuasa.
Mana ada suatu program pelatihan sehebat apa pun yang memberikan jaminan bahwa hanya dalam waktu 1 bulan bisa merubah kualitas kepribadian dari sekadar ‘faham dan yakin’ (iman) menjadi ‘terkendali’ (takwa)? Hanya puasa Ramadhan saja yang bisa diharapkan merubah seseorang sebagaimana ayat tersebut di atas. Kalau diibaratkan sebagai sebuah mesin, maka bulan Ramadhan benar-benar sebuah mesin proses yang hebat.
Kenapa Ramadhan bisa memberikan perubahan sehebat itu? Karena puasa menggarap hal-hal yang sangat mendasar dari keimanan seseorang. Keimanan bertumpu pada keyakinan. Keyakinan bertumpu pada kefahaman. Dan kefahaman bertumpu pada proses-proses keilmuan alias pembelajaran (iqra).
Orang yang sudah memiliki keyakinan semacam itulah yang menjadi ‘bahan baku’ mesin puasa. Dengan bertumpu pada keyakinan yang kuat, maka proses peningkatan kualitas itu akan bisa berjalan dengan akselerasi yang luar biasa.
Maka, tingkatan proses yang berlangsung adalah sebagai berikut:
  1. Pada tingkatan yang paling dasar Allah memancing kita untuk memahami makna-makna yang terkandung dalam ibadah puasa. Hal itu dikemukakan Allah berikut ini.
    “Dan berpuasa adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 184)
  2. Kefahaman atas makna puasa itu diproses untuk menjadi keyakinan alias keimanan.
    “Allah manyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal, (yaitu) orang orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu” (QS. At Thalaq (65): 10)
  3. Keyakinan alias keimanan itu lantas dipoles menjadi keikhlasan dalam menjalankan ibadah puasa.
    “Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Itulah yang lebih baik baginya.” (QS. Al Baqarah (2) : 184)
  4. Dalam proses amalannya (saat menjalankan puasa), keikhlasan tersebut mesti digabungkan dengan sabar dan tawakal.
    “(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka” (QS. Al Hajj (22) : 35)
  5. Campuran antara keikhlasan, kesabaran dan tawakal akan menghasilkan kualitas berserah diri kepada Allah.
    “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mangambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.” (QS. An Nisaa’(4):125)
  6. Penyerahan diri kepada Allah itu bakal menghasilkan mekanisme kontrol yang sangat hebat dalam diri seseorang. Itulah yang disebut sebagai Takwa. Dimana kita telah membahas efek takwa bagi kehidupan seseorang di bagian sebelum ini