ASALAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH BLOG By MUH FAJAR HUDI APRIANTO @ MARI KITA GUNAKAN WAKTU KITA YANG TERSISA DENGAN SEBAIK MUNGKIN KARENA WAKTU KITA HANYA SEDIKIT AGAR KITA TIDAK TERMASUK ORANG ORANG YANG MERUGI mafa GUNAKAN WAKTU MUDAMU SEBELUM DATANG WAKTU TUAMU WAKTU SEHATMU SEBELUM DATANG WAKTU SAKITMU KAYAMU SEBELUM TIBA MISKIN WAKTU LAPANGMU SEBELUM TIBA WAKTU SEMPITMU DAN GUNAKAN WAKTU HIDUPMU SEBELUM TIBA MATIMU pesan nabi

Kamis, 13 Juni 2013

Kisah Perang Badar Pada Zaman Nabi Muhammad Saw


Perang Badar adalah perang yang sangat spektakuler sepannjang zaman mengapa begitu simak kisahnya berikut ini

perang badar
Sumber: Gambar: www.republika.co.id
Perang Badar terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 H dan bertempat di perigi bernama Badar yang ada di antara Mekah dan Madinah. Ketika kafilah perdagangan kafir Quraisy yang di pimpin oleh Abu Sufyan bin Harb melintasi ujung batas negeri Madinah, Rasululloh saw. menyuruh mencegatnya Karena harta yang di bawa oleh mereka sebagian besar harta rampasan dari kaum muslimin ketika mereka akan berhijrah ke Madinah.
Pasukan umat Islam berjumlah 313 orang yang terdiri dari 210 orang muslim Anshar dan selebihnya dari kaum Muslim Muhajirin. Bendera perang di serahkan kepada Mush’ab bin Umair, seorang pemuda yang baru saja masuk Islam, tapi keimanannya sudah sangat kuat, sehingga Rasululloh memberinya kepercayaan untuk memegang bendera perang. Mendengar Rasululloh telah menyiagakan pasukan, Abu Sufyan segera mengutus Kurir ke Mekah untuk memberi tahu Abu Jahal dan para pembesar Quraisy lainnya. Maka Abu Jahal menghimpun pasukan dengan kekuatan 1000 orang untuk melindungi kafilah perdagangan mereka dari serbuan pasukan Islam.
Rasululloh membentuk regu pengintai untuk meyelidiki jalur yang ditempuh kafilah dagang Quraisy. Pasukan kafir Quraisy yang mengawal kafilah mereka telah menuju desa Badar.  Hal itu segera di laporkan kepada Rasululloh. Maka Rasululloh segera mengadakan musyawarah dengan para sahabat dan di sepakati bahwa pasukan muslim harus segra di berangkatkan menuju desa Badar untuk menyongsong kedatangan pasukan kafir Quraisy.
Pasukan Islam berkemah dekat sumber air di  desa Badar, sehingga dapat dengan mudah mengahadang pasukan kafir Quraisy dan mencegah mereka untuk menambil perbekalan air bagi pasukannya. Tidak lama kemudian pasukan kafir Quraisy tiba di tempat yang sama dengan segala perlengkapannya. Maka perang pun tak dapat di hindari.
Sebelum perang missal terjadi, terlebih dahulu pasukan Quraisy menantang perang tanding satu lawa satu. Dengan semangat jihad yang tinggi, pasukan Islam segera meminta izin kepada Rasulullah untuk menerima tantangan pasukan kafir. Rasul mengizinkan dan mengutus tiga orang perwiranya yang gagah perkasa, pemberani, dan angat kuat imannya, yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib, Ali bin Abi Thalib, dan Ubaid bin Haritsah. Sedangkan dari pihak kafir Quraisy mengutus perwiranya, yaitu Utba bin Rabia, Syaiba, saudaranya Utba, dan Walid bin Utba (anaknya).
Perang tanding pun dimulai. Hanya dalam hitungan detik, Hamzah bin Abdul Muthalib dapat menebas leher Syaiba hingga tewas. Begitu juga Ali bin Abi Thalib dapat membunuh Walid bin Utbah dengan sekejap. Ubaidillah bin Haritsah nampak saling melukai dengan Utba. Ketika Ubaidillah terdesak, Hamzah bin Abdul Muthalib segera membatu Ubaidillah menebaskan pedangnya ke leher Utba hingga tewas.
Menyaksikan perwiranya terbunuh, Abu Sufyan segera menyerukan komandonya untuk menyerang kaum muslimin. Sedangkan di pihak muslim, Rasululloh masih tampak khawatir melihat pasukan musuh yang begitu besar jumlahnya. Namun Allah SWT tidak akan membiarkan utusannya dalam kecemasan, maka segeralah turun wahyu untuk meyakinkan hati Nabi Muhammad.
“Wahai Nabi (Muhammad) Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan du ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, karena orng-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti.” (QS. Al-Anfal: 65)
      Setelah mendapat wahyu tersebut, Nabi Muhammad segara mengobarkan semangat jihad kepada pasukan Islam yang telah siaga menunggu perintah dari beliau. Tidak ada sedikit pun perasaan takut dan bimbang dalam hati pasukan muslim, sebaliknya jiwa mereka dipenuh dengan semangat jihad membela agama Allah dan Rasul-Nya.
      Mendengar komando Rasululloh saw. pasukan Islam segera berhamburan ke medan perang dengan gagah perkasa. Puluhan musuh terbunuh oleh sabetan pedang Hamzah bin Abdul Muthalib, puluhan lainnya tewas di tangan Ali bin Abi Thalib. Sa’ad bin Abi Waqas sahabat senior, ahli pembidik panah mendengar seruan Nabi: “Bidikkan anak panahmu hai Sa’ad. Ibu bapakku menjadi jaminan bagimu.” Sa’ad teringan do’a Nabi kepadanya pada saat baru masuk Islam: “Ya Allah, tepatkanlah bidikan panahnya dan kabulkan do’anya”. Maka menggeloralah semangat juang Sa’ad seketika, hampir tidak ada anak panah yang di lepasanya tanpa menewaskan musuh yang menjadi sasarannya.
Nabi sendiri tidak hanya mengomando. Beliau juga menyongsong musuh sambil menaburkan debu ke arah musuh seraya berkata: “Hitamlah wajahmu!” Pasukan Islam terus berjuang dengan penuh semangat untuk membela dan mempertahankan agama Islam. Rasululloh saw. juga terus menyemangati pasukannya dengan berulang-ulang membacakan ayat Al-Qur’an berikut.
“Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka” (QS. Al-Anfal: 12)
      Pasukan kafir menderita kekalahan yang cukup parah dan jumlah korbannya yang terbunuh cukup banyak termasuk Abu Jahal. Dari pihak muslim, 15 orang gugur sebagai syahid dan beberaoa orang luka.

Selasa, 11 Juni 2013

Keajaiban Air Zam-Zam Secara Ilmiah ( Air hexagonal )

Air Zam-zam
Air zaman-zam adalah satu-satunya air yang memiliki sifat Hexagonal yang paling baik di dunia. Sehingga kita bisa melihat jutaan orang Islam yang pergi haji dipersi­lahkan memi­num air ini dan diizin­kan untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan te­tang­ga. Ala­san­nya adalah karena sifat kemurian hexagonalnya. Sebab Air ini tidak mere­kam suara apa-apa di dalam masjid yang terekam adalah suara-suara orang beribadah, bertasbih, Al Qur’an dan lain-lain. Tentu saja mata air yang ada di dalam Mesjid ini tidak merekam suara-suara yang tidak baik karena tanahnya yang dijaga oleh Allah. Karena kehe­batan air zam-zam ini, para ulama banyak yang meneliti air zam-zam dan hasilnya ternyata sangat bagus.
Membuat Air Mirip Zam-zam
Air zam-zam terdadapat di tanah haram nun jauh di negeri Arab. Tidak mudah untuk mendapatkan air dari sana karena mesti menge­luarkan biaya mahal. De­ngan begitu, adakah air yang mirip zam-zam di wilayah dekat dengan kita. Seti­dak­nya air yang bisa terbentuk hexago­nal yang bagus. Dimanakah sumber-sum­bernya dan bagaimana cara mem­buat air hexagonal sendiri. Ada dua sumber air yang bagus untuk bisa memiliki sifat pisik exagonal:
1.      Mata air dari Gua yang diziarahi umat Islam
Ternyata ulama sekian ratus tahun yang lalu yang telah meneliti zam-zam ini, sangat bermanfaat. Bagai­ma­na dengan air yang jauh dari Mekkah. Bagaimana untuk merubah air ini agar mendekati dengan air zam-zam. Dijelaskan dalam beberapa kitab, bahwa air yang tidak merekam apa-apa adalah mata air yang ada di gua yang diziarahi orang Islam. Di sana hanya merekam suara-suara shalawat, tidak ada dangdut, dll. Berarti air ini masih murni apa lagi jika air yang masih menetes sangat murni karena belum merekam kata-kata lain selain shalawat dll.
Ambillah air ini dan sebelum ditutup bacakan ayat-ayat al qur’an, lalu ditutup dan bawa pulang. Begitu sampai di rumah dan hendak dibuka sebaiknya te­ngah malam dan bacakan saja kali­mah-kalimah yang baik, ketikda tidak ada suara apa-apa. Sampai di situ, silah­kan diminum dan anggap saja dari Mas­jidil Haram tu­tup lagi dan buktikan khasiat­nya. Demi­kian kata pengarang kitab.
2.      Air Hujan
Yang belum tembus merekam suara selain tasbih guruh dan malaikat adalah air hujan. Karena suara hujan yang disertai dengan gledek dan petir yang keras merupakan tasbihnya para Malai­kat. Sebagaimana Al Qur’an menyebut­kan:
ويسبح الرعد بحمده والملائكة من خيفته
Artinya: “Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat Karena takut kepada-Nya,” (Ar Ra’du: 13)
Air hujan ini sangat bagus sekali dari sisi exagonalnya. Dibandingkan dengan air murni dari pegunungan (semcam aqua) tidak ada apa-apanya sebab air pegu­nungan ini secara terbuka mam­pu me­re­kam suara-suara bohong, jeritan ma­nusia, suara-suara mesin dan lain-lain.
Bacaan Hexagonal
Bacaan apakah yang baik pada air exa­gonal murni. Untuk bacaan-bacaaan ini sebenarnya amat tertentu dan bagi orang-orang tertentu karena harus ada gurunya. Ada ba­ca­an untuk mencerdas­kan, untuk mem­beri efek kesehatan dan lain-lain. Namun bagi para pengamal toriqah ba­caan yang telah diajarkan guru meru­pakan bacaan yang palnig tepat! misalnya ba­caan hataman, wiridan ma­liah sehari-hari maka akan mampu menciptakan air yang memiliki hexago­nal yang bagus yang Insya Allah berdam­pak luar biasa.
Pengalaman seorang guru, ketika ada muridnya yang sering pergi ke luar negeri karena sering terlibat dalam dalam forum internasional suatu ketika pikiran orang ini sering blank; tidak inget apa-apa padahal persiapannya su­dah matang. Lalu orang ini disarankan meminim air hujan yang telah diberi bacaan tertentu. Beerapa hari kemudian, orang ini sering menepon dan masalah blank spot pikirannya tidak terjadi lagi. Ini adalah bukti dari hexagonal yang ada dalam air hujan