ASALAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH BLOG By MUH FAJAR HUDI APRIANTO @ MARI KITA GUNAKAN WAKTU KITA YANG TERSISA DENGAN SEBAIK MUNGKIN KARENA WAKTU KITA HANYA SEDIKIT AGAR KITA TIDAK TERMASUK ORANG ORANG YANG MERUGI mafa GUNAKAN WAKTU MUDAMU SEBELUM DATANG WAKTU TUAMU WAKTU SEHATMU SEBELUM DATANG WAKTU SAKITMU KAYAMU SEBELUM TIBA MISKIN WAKTU LAPANGMU SEBELUM TIBA WAKTU SEMPITMU DAN GUNAKAN WAKTU HIDUPMU SEBELUM TIBA MATIMU pesan nabi

Jumat, 29 April 2022

Keistimewaan Lailatul Qadar


 Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad Solallohu alaihi wasalam bersabda yang artinya

“barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qodr dengan Iman dan Ihtisab (mengharapkan pahala), niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau” (HR Al-Bukhori).

Lailatul Qadar disebut sebagai malam lebih baik dari seribu bulan yang memiliki banyak keutamaan dan keberkahan oleh Allah SWT. Dengan begitu maka ada banyak keistimewaan malam Lailatul Qadar.

Dalam menyambut malam Lailatul Qadar, setiap umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah terutama amalan sunnah untuk mendapatkan pahala dan kebaikan

Malam Lailatul Qadar merupakan satu malam ganjil pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Selama bulan Ramadan, setiap umat muslim pasti akan menantikan malam ini karena umat muslim bisa mendapatkan banyak pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

1. Malam Lebih Baik dari Seribu Bulan

Malam Lailatul Qadar menjadi malam yang terpenting sepanjang tahun terutama pada bulan Ramadan. Para ulama berpendapat bahwa siapapun yang melakukan amal ibadah di malam Lailatul Qadar ini akan mendapatkan pahala setara dengan melakukannya seribu bulan atau bila dihitung akan mencapai 84 tahun lamanya.

2. Turunnya Malaikat ke Bumi

Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi untuk menemui orang-orang yang sedang berada dalam majelis zikir maupun sedang beribadah.

Malaikat akan meletakkan sayap-sayapnya dan mengaminkan setiap doa-doa yang dipanjatkan pada malam itu. Malaikat turun dengan membawa kedamaian kepada manusia yang memanfaatkan malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan.

3. Malam Penuh Berkah

Allah SWT menurunkan malam yang diberkahi dan menghapus segala dosa terdahulu umat muslim yang beribadah ketika malam Lailatul Qadar. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat Ad Dukhan ayat 3 yang berbunyi sebagai berikut.

"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan." (QS. Ad Dukhan: 3).

4. Penulisan Takdir dalam Satu Tahun di Lauhul Mahfuzh

Pada malam Lailatul Qadar, Allah SWT mencatat seluruh takdir mulai dari ajal, rezeki, dan lain sebagainya di Lauhul Mahfuzh selama satu tahun. Oleh karenanya, setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah agar dirinya mendapatkan banyak rezeki dan keberkahan.

5. Malam Diturunkannya Alquran.

Allah SWT berfirman, mengagungkan kedudukan Lailatul Qadar yang dikhususkan oleh Allah sebagai malam diturunkan-Nya Al-Qur'an di dalamnya.

 Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. (Al-Qadar: 2-3).

6. Malam Keselamatan.

Malam Nuzulul Quran juga disebut dengan malam yang penuh keselamatan.

Mujahid mengatakan bahwa selamatlah malam kemuliaan itu dari semua urusan. Sa'id ibnu Mansur mengatakan, telah menceritakan kepada kami Isa ibnu Yunus, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya: Malam itu (penuh) kesejahteraan. (Al-Qadar: 5) Bahwa malam itu penuh keselamatan, setan tidak mampu berbuat keburukan padanya atau melakukan gangguan padanya

Demikian keistimewaan Lailatul Qadar yang wajib untuk kita ketahui. Semoga bermanfaat!

Rabu, 19 Januari 2022

Kesedihan dan kegembiraan yang berlebihan Dapat Menyebabkan Kebutaan

Kesedihan dan kegembiraan yang berlebihan Dapat Menyebabkan Kebutaan dan yang menakjubkan Keringat bisa Obati katarak Allah berfirman, "Dan Ya'qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, 'Aduhai duka citaku terhadap Yusuf. Dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya)." (Yusuf: 84). Ayat tersebut menjelaskan bahwa Nabi Ya'qub as mengalami kebutaan akibat kesedihan panjang setelah kehilangan anak yang paling dicintainya, Yusuf as. Kalimat "kedua matanya menjadi putih" maknanya, mata itu terkena cairan putih (katarak). Kedokteran modern menyimpulkan bahwa kesedihan yang berlebihan atau kebahagiaan yang meluap luap dapat membuat mata mengalami katarak. Cairan putih ini menghalangi masuknya cahaya matahari ke dalam kornea mata. Dan kondisi ini bisa terjadi secara parsial atau total, tergantung kadar kegelapannya. Ilmu pengetahuan modern membuktikan bahwa kesedihan atau kegembiraan yang berlebihan dapat meningkatkan sekresi hormon adrenalin, yang berakibat pada naiknya kadar gula dalam darah. Hal inilah yang menimbulkan penyakit katarak. Keringat Dapat Menyembuhkan Katarak Allah berfirman, "Pergilah kamu dengan membawa baju gamisk ini, lalu letakkanlah dia ke wajah ayahku, nanti ia akan meliha kembali, dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku." (Yusuf: 93 "Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkan nya baju gamis itu ke wajah Ya'qub, lalu kembalilah dia dapa melihat" (Yusuf: 96). Kedua ayat tersebut mengisyaratkan bahwa Allah mengem balikan penglihatan Nabi Ya'qub as setelah ia mengusapkan baju putranya (Yusuf as) ke wajahnya. Peristiwa bersejarah ini men dorong ilmuwan Mesir untuk mengungkap rahasia di balik kesem buhan mata Nabi Ya'qub. Baju Yusuf tidak mengandung apa-apa kecuali keringatnya. Percobaan ilmiah pertama kali dilakukan terhadap hewan, baru kemudian terhadap manusia. Salah seorang ilmuwan Mesir men coba mengeluarkan lensa mata melalui operasi. Kemudian lensa mata itu direndam dengan keringat. Setelah direndam dengan keringat, terjadi perubahan secara bertahap pada lensa tersebut. Hampir 90 persen penyembuhan katarak berhasil dilakukan dengan keringat.