ASALAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH BLOG By MUH FAJAR HUDI APRIANTO @ MARI KITA GUNAKAN WAKTU KITA YANG TERSISA DENGAN SEBAIK MUNGKIN KARENA WAKTU KITA HANYA SEDIKIT AGAR KITA TIDAK TERMASUK ORANG ORANG YANG MERUGI mafa GUNAKAN WAKTU MUDAMU SEBELUM DATANG WAKTU TUAMU WAKTU SEHATMU SEBELUM DATANG WAKTU SAKITMU KAYAMU SEBELUM TIBA MISKIN WAKTU LAPANGMU SEBELUM TIBA WAKTU SEMPITMU DAN GUNAKAN WAKTU HIDUPMU SEBELUM TIBA MATIMU pesan nabi

Selasa, 05 Maret 2019

Memaknai Islamic Worldview


Sahabat! dunia  ini, terdiri dari sekumpulan realitas wujud yang ada. Nah, yang dimaksud dengan worldview itu adalah, gimana cara seseorang melihat dan memahami realitas wujud yang ada itu. Sederhananya, worldview itu berarti pandangan hidup atau sudut pandang. Jadi, Islamic worldview berarti, bagaimana kita, sebagai seorang muslim melihat realitas wujud yang ada berdasarkan sudut pandang atau kacamta Islam.

Wujud itu nanti ada dua. Yaitu wujud yang bisa diindera dan wujud yang gabisa diindera. Kita bisa tau kalau jatuh terluka itu sakit, gula itu manis, garam itu asin, karena wujud yang ada itu bisa kita indera, bisa kita rasa. Contoh lain wujud yang bisa diindera itu semisal diri kita, hewan, tumbuhan, bangunan, dan sebagainya. Dan ada juga wujud yang gabisa diindera. Seperti Allah, Malaikat, Jin, alam akhirat, surga dan neraka, pahala, dosa. Semua itu juga wujud. Cuma gabisa kita indera.
Islamic worldview ini jadi sangat penting, sebab bakal jadi landasan kita sebagai seorang muslim dalam berpikir dan bersikap. Gimana visi Islam dalam melihat segala wujud dan fakta yang ada. Karena ternyata, nanti kita bakal bertemu dengan worldview yang lain, yang udah pasti punya cara pandang tersendiri. Misalnya Western worldview (cara pandang Barat), Christian worldview (cara pandang Kristen), Jewish worldview (cara pandang Yahudi), dan cara pandang yang lainnya. Faktanya boleh aja sama; tapi ketika diliat dari sudut pandang yang beda, maka hasilnya juga bakal beda.

Contohnya kayak gini; Faktanya, dalam Al-Qur’an dan Bibel itu ada beberapa kesamaan isi. Misalnya tentang kisah nabi Adam, kisah nabi Luth, bahkan kisah nabi Isa, itu ada beberapa persamaan. Dalam worldview orang Yahudi, mereka bilang kalau “Muhammad wrote the Qur’an” Muhammad itu menulis Qur’an. Dari mana? Menjiplak kitab Yahudi. Nah, itu adalah cara pandang Yahudi. Cara pandangnya orang Nasrani juga gitu. Karena mereka engga mengakui kenabian Muhammad, maka mereka beranggapan kalau nabi Muhammad itu penipu. Mereka akan mengatakan, jika dalam Qur’an itu ada persamaan dengan Bibel ya berarti Qur’an itu ngambil dari Bibel.



Nah cara pandang kita sebagai orang Islam, udah pasti beda. Karena kita udah beriman, percaya bahwa nabi Muhammad saw Itu adalah utusan Allah, maka worldview kita bakal bilang kalau Qur’an itu wahyu, bukan karangan nabi. Ketika ada persamaan isi, kita bakal bilang bahwa Qur’an lah yang benar. Itu contoh cara pandang. Dimana kita berdiri, dimana kita berada, disitu cara pandang Islam menentukan.

Contoh lain kayak gini; Di dunia ini bukan cuma ada agama Islam aja, melainkan ada banyak agama-agama lainnya. Ada Kristen,Yahudi, Hindu, Budha, dan sebagainya. Sekarang, kita mau melihat agama-agama yang ada ini bagaimana? Setiap orang bakal bilang, bahwa agama-nya yang paling bener. Semisal Kristen. Waktu tahun 2000, Paus Yohannes paulus II ngeluarin dekrit “ Dominus Jesus” yang isinya itu nolak pluralisme agama sekaligus menegaskan “Bahwa satu-satunya pengantar keselamatan illahi dan tidak ada orang yang bisa ke bapa selain melalui Yesus”
ita, sebagai seorang muslim, ketika liat agama lain, maka akan menggunakan worldview Islam. Kita akan liat ke Qur’an. Dan ternyata, dalam Quran surat Ali Imran ayat 19 sudah dikatakan, kalau agama yang diakui oleh Allah itu hanya Islam. Siapa yang mencari agama selain Islam, tidak akan diridhoi Allah, kan begitu. Maka kalau kita liat agama lain dari kacamata Islam, dari kacamata Qur’an, maka akan didapatkan bahwa agama yang benar itu hanyalah Islam.
Dan hari ini, makin banyak paham-paham dari sudut pandang yang lain yang gencar di propagandakan. Misalnya adalah cara pandang pluralisme.Cara pandang ini bukan melihat dari kacamata Islam, kacamata Kristen, kacamata Yahudi, atau yang lain. Tapi melihat dari kacamata yang (seolah) netral. Mereka mengatakan bahwa, sebetulnya jalan agama-agama yang ada ini adalah jalan yang sebetulnya sama-sama sah. Intinya sama; yaitu menuju Tuhan. Hanya jalannya saja yang berbeda, hanya cara menyembah atau menyebut Tuhan yang berbeda.

Pemikiran ini kan jelas sesat. Sangat menyimpang dari keyakinan kita sebagai pribadi muslim. Makanya sekali lagi diingatkan, betapa pentingnya memahami Islam secara menyeluruh. Betapa pentingnya memahami Islamic worldview ini, sebagai panduan kita dalam melihat setiap realitas yang ada. Sebab ketika kita tidak bisa menghadirkan Islamic worldview dalam kehidupan kita, maka worldview-worldview lain lah yang justru akan mengisi kehidupan kita, yang udah pasti jauh dari tatanan ideal yang digariskan oleh Allah Swt.

Kamis, 14 Februari 2019

Doa Keluar dan Masuk Masjid Serta Adabnya


Doa Masuk Masjid dan Keluar Masjid merupakan salah satu adab yang baik ketika memasuki tempat ibadah umat Islam. Masjid merupakan salah satu tempat yang dimuliakan oleh Allah dan disucikan oleh Allah SWT, sudah seharusnya sebagai umat Islam harus menghargai dan menggunakan sopan santun yang baik ketika akan memasuki masjid. Tempat suci ini harus dijaga kebersihannya dan dijaga kesuciannya.
Sabda Rasulullah SAW seperti diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA :
Artinya : "Termasuk ajaran Nabi Muhammad SAW, ketika anda masuk masjid, anda mendahulukan kaki kanan dan ketika keluar, mendahulukan kaki kiri.” (H.R. Hakim, dishahihkan oleh Ad-Dzahabi)

Hadits Doa Masuk Masjid dan Keluar Masjid Lengkap Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Artinya : "Jika salah seorang diantara kalian masuk kedalam masjid, maka ucapkanlah, ‘Allahummaftahlii abwaaba rahmatik’ (Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmatMu). Jika keluar dari masjid, ucapkanlah: ‘Allahumma inni as-aluka min fadhlik’ (Ya Allah, aku memohon pada-Mu di antara karunia-Mu).” (H.R. Muslim No. 713)

Doa Masuk Masjid
"A‌llahummaf-tahlii abwaaba rahmatika".

Artinya : “Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu”.
Doa Keluar Masjid
"Allahumma inni as-aluka min fadhlik"

Artinya : "Ya Allah, aku memohon pada-Mu di antara karunia-Mu"

Adab Masuk Masjid dan Keluar Masjid Dalam Islam
Adapun adab atau cara yang baik untuk memasuki masjid yaitu:

1. Mendahulukan kaki kanan

Dalam Hukum Islam, Cara untuk memasuki masjid yang pertama kali dilakukan adalah dengan mendahulukan kaki kanan. Seperti yang diajarkan oleh Rasulullah untuk melakukan segala sesuatu yang baik-baik harus dilakukan dengan mendahulukan bagian tubuh yang sebelah kanan termasuk ketika akan masuk ke masjid. Memang, tidak ada aturan khusus dalam Al Qur’an untuk mendahulukan kaki kanan jika masuk ke masjid, namun begitu ini merupakan anjuran dari Rasulullah.

2. Membaca doa masuk masjid

Adab atau etika yang kedua ketika masuk masjid adalah berdoa. Ada Doa khusus ketika akan memasuki masjid, doa ketika akan masuk masjid yaitu: “Allahummaj’al fi qalbi nuran wa fi bashari nu ran wa fi sam’inu ran wa ‘an yamini nuran wa ‘anyasara nuran wa fauqi nuran wa tahti nuran wa amami nuran wa khalfi nuran waj’al li nuran”. Arti dari doa ini adalah Ya Allah berikanlah cahaya pada hatiku, pada penglihatanku dan pada pendengaranku, berikanlah cahaya pada sisi kananku dan pada sisi kiriku, berikanlah cahaya pada atasku, pada bawahku, pada depanku dan pada belakangku, Ya Allah berikanlah aku cahaya. Itulah Doa Masuk Masjid dalam islam.

3. Shalat sunah dua rakaat

Setelah masuk dan berdoa maka disunahkan untuk shalat sunah dua rakaat atau yang disebut dengan tahiyatul masjid. Salat ini dilakukan setelah masuk masjid dan sebelum duduk di masjid. Orang yang memasuki masjid disunahkan untuk tidak duduk terlebih dahulu sebelum melakukan salat sunah. Oleh sebab itu, jika hendak bepergian ke masjid pastikan jika dalam keadaan suci atau sudah berwudhu dari rumah.

4. Berdoa ketika akan keluar masjid dan mendahulukan kaki kiri

Membaca doa tidak hanya ketika masuk masjid saja tapi juga ketika keluar dari masjid. Doa masuk masjid dan doa keluar dari masjid berbeda. Doa Keluar Masjid yaitu “Allahumaftahli abwaba rahmatik, yang artinya Ya Allah bukakanlah pintu rahmat Mu. Selain doa ini, Anda juga bisa berdoa dengan lafal: “Allahuma ini as ‘aluka min fadlika,” yang artinya Ya Allah aku meminta karunia Mu.