ASALAMU 'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH BLOG By MUH FAJAR HUDI APRIANTO @ MARI KITA GUNAKAN WAKTU KITA YANG TERSISA DENGAN SEBAIK MUNGKIN KARENA WAKTU KITA HANYA SEDIKIT AGAR KITA TIDAK TERMASUK ORANG ORANG YANG MERUGI mafa GUNAKAN WAKTU MUDAMU SEBELUM DATANG WAKTU TUAMU WAKTU SEHATMU SEBELUM DATANG WAKTU SAKITMU KAYAMU SEBELUM TIBA MISKIN WAKTU LAPANGMU SEBELUM TIBA WAKTU SEMPITMU DAN GUNAKAN WAKTU HIDUPMU SEBELUM TIBA MATIMU pesan nabi

Selasa, 03 April 2012

Tobatnya kaum Nabi Musa AS.


Nabi Musa pernah menghadap Tuhannya Azza Wajalla untuk memohon agar Dia berkenan menerima tobat kaumnya dari penyembahan anak sapi. Lalu Allah SWT berfirman, "Wahai Musa! Tidak ada tobat bagi mereka kecuali mereka membunuh diri mereka sendiri." Nabi Musa pun segera kembali pada kaumnya dan berkata, "Wahai kaumku! Sesungguhnya Allah enggan menerima tobat kalian hingga kamu membunuh dirimu sendiri." Karena, memang begitulah cara kalia bertobat. "Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu."( Baca QS: Al-Baqarah:54) Yakni Pencipta kamu. Mereka berkata, "Hai Musa! Kami siap untuk bersabar menerima perintah Allah Azza Wajalla. Karena, kaummu telah menyesali atas semua perbuatan mereka."

Nabi Musa as lalu mengangkat janji dari mereka untuk bersabar menghadapi kamatian. Mereka pun menyatakan setuju. Keesokan harinya mereka siap berkumpul di halaman rumah-rumah mereka. Setiap keluarga berada dalam kelompok masing-masing. Kemudian Musa memerintahkan orang-orang yang tidak pernah menyembah anak sapi dari Bani Israil untuk membawa pedang dan menebas siapa saja yang ia jumpai. Mereka pun berjalan di tempat-tempat berkumpul seraya berkata, "Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada orang yang tidak bangkit dari duduknya, tidak mengangkat pandangannya, dan tidak mengadakan perlawanan dengan tangan ataupun kakinya, sehingga Allah menuntaskan hukuman-Nya."

Mereka pun membunuh siapa saja yang mereka temui, hingga ada orang laki-laki dari Bani Israil yang mendatangi kaumnya yang sedang duduk di halaman rumah-rumah mereka lalu berkata, "Sesungguhnya mereka adalah saudara-saidara kamu juga yang datang kepada kamu yang masing-masing membawa pedang terhunus. Maka takutlah kamu kepada Allah dan bersabarlah, karena sesungguhnya laknat Allah dan malaikat-malaikat-Nya akan ditimpakan atas siapa saja yang berdiri atau membela diri dengan tangan atau kakinya." Mereka pun menjawab, "Amin."

Kaum itu berkata ketika mereka diperintahkan agar sebagian mereka membunuih sebagian yang lain, "Ya Rasulullah, bagaimana kami tega membunuh para orang tua kami, anak-anak dan saudara-saudara kami?" Lalu Allah menurunkan kegelapan atas mereka sehingga mereka tidak bisa melihat orang-orang di sekelilingnya. Maka pada saat itulah mereka melakukan perintah pembunuhan itu. Kemudian mereka bertanya, "Hai Musa! Apakah tanda-tanda tobat kami?" Musa berkata, "Pedang-pedang dan senjata-senjata kalian akan terhenti, tidak mau membunuh, dan diangkat kembali kegelapan dari kamu." Mereka terus melakukan pembunuhan hingga darah mencapai jubah dan menggenangi mereka.

Terdengarlah jeritan anak-anak memanggil Nabi Musa, "Ya Musa! Ampun! Ampun!" Mendengar itu Musa pun lalu menangis mengadu kepada Allah Azza Wajalla, maka Allah SWT menurunkan rahmat-Nya, lalu terhentilah senjata-senjata mereka. Nabi Musa segera berseru, "Cukup, tinggalkanlah saudara-saudaramu, karena sesungguhnya rahmat Allah telah turun!"

Seketika lenyaplah kegelapan dari mereka dan tampaklah mayat-mayat disana-sini. Ibn Abbas berkata, "Mereka yang terbunuh adalah para syuhada sedang yang masih hidup telah mendapat ampunan Allah SWT"

Kisah Jamil Butsainah


Nama lengkapnya adalah Jamil bin Adullah bin Muammar al-Udzri, sedangkan nama panggilannya Abu Umar. Penyair yang terkenal dengan kisah cintanya di kalangan bangsa Arab ini sangat mencintai salah seorang gadis dari kabilahnya, Yatsinah. Dari sini tersebarlah cerita tentang cinta keduanya. Syair-syair mengalir begitu lembut, kebanyakan bertemakan cinta dan kasih sayang, kebanggaan, serta lukisan keindahan dan kecantikan wanita. Ia wafat pada tahun 82H.

Az-Zubair bin Bakkar telah meriwayatkan dari Abbas bin Sahl as-Sa'idi bahwa menemui Jamil menjelang wafatnya. Saat itu Jamil bertanya kepadanya, "Wahai saudaraku, apa pendapatmu tentang seseorang yang belum pernah minum khamr sedikitpun. Ia pun tidak berzina ataupun mencuri dan tidak pernah membunuh sesama. Ia benar-benar bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah?" Abbas bin Sahl menjawab, "saya kira orang itu akan selamat dari siksa neraka dan saya berharap ia masuk ke dalam surga. Siapakah orang itu, wahai Jamil?" tanya Abbas. Jamil menjawab, "Akulah orangnya." Abbas terperangah mendengar jawaban Jamil, lalu katanya lagi, "Allahu Akbar! 

Sungguh saya sama sekali tidak mengira kalau engkau tidak pernah melakukan itu semua. Bukankah engkau selama dua puluh tahun banyak melukiskan tentang keindahan tubuh wanita, seperti Yatsinah, dalam syair-syairmu?" Jamil menjawab, "Biarlah aku tidak mendapatkan syafa'at dari Nabi Muhammad saw. Di akhirat kelak seandainya aku pernah meletakkan tanganku pada diri beliau dengan sesuatu yang meragukan. Sesungguhnya kini aku berada pada hari pertama dari hari-hari akhirat dan hari terakhir dari kehidupan dunia." jawab Jamil dengan sunguh-sungguh. Dan tak lama kemudian ia pun wafat.